|
walau kepalaku setengah botak, aku manja dibuainya akhir februari yang romantis, kataku membatin pertemuan lama itu terjadi di suatu sore yang sendu wajahnya masih seperti 2 tahun silam dengan warna pink kesukaannya membalut tubuhnya yang mungil senyumnya masih merekah di kedai itu kami bernostalgia menyelami zaman, pengorbanan dan masa yang lalu cincin di jemarinya melingkar pertanda harinya akan tiba sambil menyantap nasi goreng ia mengundangku datang di hari perkawinannya "Minta air minum, bang" aku tiba-tiba keselek.. |
| Leave a Comment: |