Entry: Keselek Saturday, February 28, 2009



semilir angin senja menyapa rambutku
walau kepalaku setengah botak, aku manja dibuainya
akhir februari yang romantis, kataku membatin
pertemuan lama itu terjadi
di suatu sore yang sendu

wajahnya masih seperti 2 tahun silam
dengan warna pink kesukaannya
membalut tubuhnya yang mungil
senyumnya masih merekah

di kedai itu kami bernostalgia
menyelami zaman, pengorbanan dan masa yang lalu
cincin di jemarinya melingkar pertanda harinya akan tiba

sambil menyantap nasi goreng
ia mengundangku datang di hari perkawinannya

"Minta air minum, bang"

aku tiba-tiba keselek..




   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments