Entry: Rayuan fals Tuesday, August 19, 2008



Senyumnya hambar
Aku makin berkobar.
Tatapannya sinis
Aku tak menangis.

Lihat kantongku kosong
Ia sedikit bengong.

Masa tak berasa
Aku tak putus asa.

Kutatap matanya yang sendu
Dia tersipu malu
Kuberi mawar
Ia tak menawar.

Kudendangkan syair
Air matanya mengalir.

Oh, suaraku fals.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments