pondok gede masih sore
aku menyusuri jalan setapak
menunduk, membisu
jaket kulitku berhasil menahan cuaca sore yang congkak
maghrib ini mulai menyapa
aku masih di jalan setapak
menapaki peluh dan kesah
seorang penjaja menawariku
"kasetnya, mas"
ia meninggikan nada tawarannya
kulirik ia seketika
"ada kaset pengajian?"
ia sibuk mencari
pedagang pasar makin riuh
aku hendak bergegas
karena yang kucari mustahil ia dapati
"ada, mas. Moammar ataukah Zaenudin MZ ?"
"Moammar tapi yang versi karaokenya"
ia pun manggut-manggut
aku langsung pergi
semoga ia tidak mendengar ucapan terakhirku.
Posted at 01:41 am by jenkplanet